CHRONIC = ART

Search This Blog

Friday, 27 June 2014

Para Gladiator adalah Budak Kekaisaran Romawi Kuno

Temuan ini memperlihatkan bagaimana rasanya hidup dan berlatih sebagai gladiator.

sekolah gladiator,romawi kuno,padepokan gladiator,kekaisaran romawi,ksatria kuno,amphitheaterNG Staff
Para gladiator jelas merupakan budak berharga, tetap terpisah dan dipisahkan dari kota Carnuntum, yang didirikan di Sungai Danube oleh Kaisar Hadrian pada 124 Masehi dan kemudian menjadi benteng Romawi .
"Penemuan di Carnuntum memberi kita kesan yang jelas tentang bagaimana rasanya hidup dan berlatih sebagai gladiator di perbatasan utara yang dingin di Kekaisaran Romawi," kata pakar gladiator Kathleen Coleman dari Harvard, yang bukan bagian tim peneliti.
Meskipun lebih dari 100 sekolah gladiator dibangun di seluruh Kekaisaran Romawi, sisa-sisanya hanya dikenal di Roma, Carnuntum, dan Pompeii (yang memiliki padepokan kecil swasta gladiator). Dalam arena berdinding seluas 11.000 meter persegi di situs Austria, gladiator berlatih sepanjang tahun untuk bertempur di sebuah amphitheater umum di dekatnya.
"Mereka tidak sering terbunuh, mereka terlalu berharga untuk mati," kata arkeolog Wolfgang Neubauer dari University of Vienna. "Banyak orang lain yang kemungkinan tewas di amphitheater, orang tidak dilatih untuk melawan. Dan ada banyak pertumpahan darah. Tapi pertarungan antargladiator adalah puncak penampilan mereka. Mereka tidak saling membunuh."

Menerka Masa Depan Lewat Fiksi Ilmiah

Prediksi ini sulit dan sering salah, namun menerka-nerka lewat fiksi ilmiah bukanlah hal yang sia-sia

robotPada 2020, robot diperkirakan akan mengambil alih pekerjaan manusia (BBC Indonesia).
Bagaimanakah gambaran dunia di masa depan? Ketika robot menjadi lebih pintar dari manusia apakah hubungan keduanya bisa menjadi antagonistis?
BBC bertemu dengan salah satu penulis fiksi ilmiah terkenal asal Kanada, Robert Sawyer dan membahas wacana ini.
Fiksi ilmiah seperti yang ditulis Sawyer—di antaranya Flash Forward, The Terminal Experiment, Hominids, dan Mindscan—mungkin bisa dianggap sebagai 'prediksi' akan apa yang terjadi di masa depan.
Tentu prediksi ini sulit dan sering salah, namun menerka-nerka lewat fiksi ilmiah bukanlah hal yang sia-sia, kata Peter Day.
Sawyer dalam wawancaranya dengan Day mengatakan bahwa buku-bukunya mencerminkan masa depan yang optimis. Hari ini lebih baik dibanding 50 tahun yang lalu dan dalam waktu 50 tahun, keadaan akan menjadi lebih baik lagi.
Setidaknya inilah yang terjadi di Tiongkok, kata Sawyer, berdasarkan apa yang berubah dalam 30 tahun terakhir. Dia optimistis—bukan kepada teknologi—tetapi manusianya.
Sawyer memberikan contoh bagaimana pria kini terlibat dengan membesarkan anak-anak di negara barat dengan cara yang belum terbayangkan 60 tahun yang lalu.
"Fiksi ilmiah adalah ilmu yang sama seperti ilmu sosial dan teknologi," kata Sawyer.
Robot terlampau cerdas
Sawyer optimistis dengan hal yang membuat banyak orang khawatir: yaitu ketersediaan energi. Dia mengatakan dengan pendekatan fiksi ilmiah-nya, energi terbarukan akan membawa biaya energi ke titik mendekati nol.
Selain energi, sejumlah ilmuwan yang mempelajari masa depan—terutama Ray Kurzweil dari Amerika—mengangkat wacana tentang kecerdasan buatan yang mungkin melampaui manusia pada tahun 2050-an.
Namun menurutnya tidak ada alasan untuk takut kepada kecerdasan buatan ini: "Ketika kita memiliki mesin yang cerdas—dan kemudian dua kali lebih cerdas dibandingkan manusia tidak ada alasan mengapa hubungan tersebut tidak bisa sinergis," ucap Sawyer.
Dia mengatakan kelemahan terbesar orang-orang yang takut komputer pintar atau robot "adalah gagasan bahwa kecerdasan yang super cepat dan super kuat nantinya akan dipengaruhi oleh keserakahan manusia".

Solo Batik Carnival

Solo Batik Carnival
Gemerlap batik yang diikut sertakan pada Solo Batik Carnaval tahun 2013 diperagakan oleh perancang sekaligus model busana."Majestic Treasure" menjadi tema Solo Batik Carnaval tahun ini. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2014 di Solo, Jawa Tengah.

UNESCO Tetapkan Gua Prasejarah di Prancis Ini Sebagai Warisan Dunia

Sebuah gua di Prancis selatan yang dinamakan Kapel Sistina prasejarah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

gua gambar cadas,pont darcSeribu lukisan di dinding gua dengan gambar cadas Pont d'Arc atau Grotte Chauvet berumur 36.000 tahun (AP via BBC Indonesia).
Sebuah gua di Prancis selatan yang dinamakan Kapel Sistina prasejarah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO
Seribu lukisan yang dipahat di dinding Gua Hias Pont d'Arc atau Grotte Chauvet itu telah berumur 36.000 tahun. 
Di gua tersebut juga terdapat berbagai cap tangan dan mamut. 
Ahli gua baru menemukannya di tahun 1994 karena pintu masuknya tertutup batu 23.000 tahun lalu. 
Ini adalah satu dari sejumlah keajaiban budaya dan alam yang diberikan status warisan dunia oleh sebuah dewan di Doha, Qatar. 
Badan kebudayaan PBB UNESCO menyatakan gua yang berada di daerah Ardeche ini mewakili ciptaan seni tertua dan paling terawat buatan orang Aurignacian, yang dipandang sebagai kebudayaan modern pertama di Eropa. 
"Sebagian besar dari lebih seribu gambar tersebut menghiasi bidang seluas 8.500 meter persegi." 
"Tingginya kualitas seni dan keindahannya menjadikan Grotte Chauvet bukti seni gua prasejarah," tambah UNESCO. 
Gua berlukisan prasejarah ini menjadi benda budaya tertua dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Manhattanhenge

Sebuah fenomena unik di New York City, biasa disebut Manhattanhenge, yaitu ketika sinar matahari terletak segaris lurus dengan satu jalan yang dijajari pencakar langit New York. Peristiwa ini terjadi dua kali setahun dalam dua hari berturut-turut.
nycsunset_tyson
Matahari terbenam segaris dengan 34th Street, NYC.
Manhattanhenge hanya berlaku pada jalan-jalan yang mengikuti Commissioners Plan tahun 1811, yang jalannya 28.9 derajat melenceng dari poros timur-barat yang asli.
un-manhattanhenge
34th Street selama Manhattanhenge, dengan Markas Besar PBB di bagian depan dan Empire State Building di bagian belakang.
Apa yang akan dipikirkan masyarakat masa depan tentang Pulau Manhattan ketika mereka menggalinya dan menemukan sejaringan jalan yang sangat rapi penataannya? Tentunya pola ini memiliki kesamaan astronomis, sebagaimana yang kita temukan pada batu besar Stonehenge, di Salisbury Plain di Inggris. Untuk Stonehenge, hari spesialnya ialah titik balik matahari musim panas, ketika Matahari terbit segaris dengan beberapa batu, yang menandakan perubahan musim.
Untuk Manhattan, sebuah tempat di mana sore lebih penting daripada pagi, hari spesialnya terjadi hari Sabtu, 30 Mei 2009, satu dari dua kesempatan ketika Matahari segaris dengan jalan-jalan di Manhattan, yang menyinari setiap jalan lintas tunggal selama 15 menit. Hari lainnya adalah Minggu, 12 Juli 2009. Dua hari ini memberikan Anda pemandangan fotogenik dengan setengah Matahari di atas dan setengah Matahari di bawah cakrawala. Hari setelah 30 Mei (Minggu, 31 Mei 2009), dan hari sebelum 12 Juli (Sabtu, 11 Juli 2009) juga memberikan Anda momen-momen Manhattanhenge, tapi Anda akan melihat seluruh Matahari berada di cakrawala.
nyc street grid
Tata jalan di New York City (tampak bentangan 34th Street tengah). Sumber: Google Maps (klik gambar untuk versi besar)
Sebagaimana yang Anda ketahui, tata jalan Manhattan telah diatur sedemikian rupa dengan jalur utara-selatan, kemudian hari Manhattanhenge berada pada equinox musim semi dan musim gugur, yaitu dua hari di kalender ketika Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Tapi tata jalan Manhattan berputar 30 derajat ke timur dari titik utara geografis, sehingga memindah-mindahkan hari Manhattanhenge di sepanjang kalender.
Perlu diketahui bahwa setiap kota yang dilintasi oleh tata jalan persegi dapat menetapkan hari-hari di mana Matahari tenggelam segaris dengan jalan-jalan mereka. Tapi di berbagai kota di seluruh dunia, tampaknya mereka kurang ideal untuk fenomena ini. Selain tata jalan yang pas, Anda juga butuh pemandangan yang jelas ke cakrawala, sebagaimana di New Jersey. Dan bangunan tinggi yang berjajar di pinggir jalan dapat membentuk sejenis jalur bata dan besi sebagai bingkai Matahari tenggelam, sehingga menghasilkan kesempatan fotografi yang terbuka lebar.
Manhattanhengecollage
Pemandangan matahari terbenam di salah satu jalan di New York City.
Memang benar, sejumlah kotamadya di Amerika Serikat memiliki jalan yang dinamai setelah Matahari (Sun), seperti Sunrise Highway di Long Island dan Sunset Strip di Los Angeles. Tapi jalan-jalan ini tidak lurus secara sempurna. Dan beberapa waktu dalam setahun ketika Matahari segaris dengan salah satu bentangan jalan mereka, maka yang Anda dapatkan adalah sinar matahari yang secara sementara membuat silau para pengemudi.
Jadi, Manhattanhenge adalah fenomena perkotaan yang unik di dunia, bukan alam semesta.

Page Fans

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management