CHRONIC = ART

Search This Blog

Tuesday, 23 July 2013

Black Hole




Black Hole atau Lubang hitam, pasti anda pernah mendengarnyadan menjadi momok di alam semesta. Sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi di alam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya.

Bumi dalam bahaya jika hanya berjarak 10 mil dari “Black Hole”,Hal ini ,asih jauh dari kenyataan karena bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam dan “bersatu” menjadi lubang hitam yang jauh lebih besar.

Sejarah Spartan Dengan 300 Pasukan




Sparta dikenal sebagai negara pemegang kekuatan militer yang tidak pernah bisa dibandingkan di jamannya oleh negara manapun, kemiliteran Yunani kuno dibawah kekuasaan Sparta. Mereka tidak pernah bekerja, semua tugas makanan dan lain-lain dikerjakan oleh budak-budak yang mereka peroleh dari wilayah yang telah mereka kalahkan. Pengawasan budak-budak agar tidak kabur pada saat bekerja di serahkan pada anak remaja Sparta.







Battle in Thermopylae bukan pertempuran untuk langsung mengalahkan Persia, Raja Leonidas memilih 300 Pasukan Sparta hanya untuk menahan Persia selama mungkin hingga Seluruh Yunani bisa besatu untuk memukul mundur Persia,di kisahkan dalam film 300 itu tentang spartan hanya berjumlah 300 dan menghadang pasukan raja Xerxes yang kemayu.



Spartan - King Leonidas


Memang tdk hanya 300 Sparta saja, ada sekitar 700 Thespians, 400 Thebans, namun jika dikalkulasi seluruh angkatan perang musuh yaitu Persia saat itu berjumah 2.500.000 lebih, sementara dari pihak Yunani yang dipimpin Sparta hanya berjumlah sekitar 3000-an saja dan dgn Sparta dibagian terdepan untuk menahan gempuran pasukan persia, selama 2 hari pasukan pesia tidak mampu menembus pertahanan Sparta, hingga akhirnya dihari ke 3, seorang Yunani bernama Ephialtes menghianati Sparta dengan memberi tahu jalan rahasia dari belakang bukit untuk menjebol pertahanan dan mengepung Sparta dan juga pasukan Yunani lainnya, banyak dari pihak Yunani yang mundur sebelum dikepung namun 300 Sparta dengan hukumnya tetap bertahan didampingi sekitar 700 Thespians, mereka diserang dari 2 sisi oleh persia, Yunani akhirnya kalah, namun dari keseluruhan korban yang diperkirakan selama 3 hari pertempuran, pasukan Sparta dan Yunani hanya menderita kerugian yang sedikit sejak hari pertama hingga 1000 lebih tewas disaat2 terakhir, sedangkan pihak Persia yang dipimpin Xerxes ada sekitar 20.000 korban.

Bisa di bayangkan Sparta dibagian terdepan membunuh sekitar 10.000 lebih pasukan persia dengan 300 orang, sementara pasukan Yunani lainnya hanya membantu dari belakang.

Setelah pertempuran ini, setahun kemudian seluruh Yunani bersatu dan bertempur kembali melawan Xerxes dan disini Persia dikalahkan termasuk di pertempuran setelah itu. Battle of Salamis (480 BC) & Battle of Plataea, bahkan diperang2 sebelumnya saat invasi dari Persia sebelum Xerxes, Yunani dan Sparta pun menang hampir disetiap pertempuran, contohnya saja di Battle of Mycale dll. Pada intinya pasukan2 Yunani hampir disetiap pertempuran kalah sedikit, banyak jumlah yang tidak adil melawan Persia, namun tetap saja kemenangan ada di tangan Yunani dengan Korban yang jauh lebih sedikit dari Persia yang memiliki armada perang lebih banyak.

Sparta kembali maju berperang di tahun 371 BC dengan nama Battle of Leuctra. Untuk pertama kalinya mereka merasakan kekalahan walaupun sudah menyerang dengan kekuatan penuh, inilah awal titik mula kehancuran sparta. Sparta tidak pernah pulih dari kekalahannya di perang ini, faktor kehilangan banyak orang dewasa dan pemberontakan budak-budak yang tak puas hanya makan makanan sisa membuat mereka makin lemah.

Raja Philip II dan anaknya yang superior tapi freak: Alexander The Great pernah berusaha menghancurkan Sparta, karena walaupun dinilai mereka sudah lemah, tetapi kemampuan beladiri Spartan tetap menjadi ancaman mereka dalam menguasai Yunani. Dari kisah ini terlahir anekdot bahwa Raja Philip II mengirim berita ke Sparta “Jika aku sudah memasuki Laconia, Aku akan meratakan Sparta sama dengan tanah.” Dan Sparta hanya menjawab “Jika”

Pada akhirnya Sparta tetap survive sampai pada jaman kerajaan romawi pada saat Yunani ditakhlukkan oleh jendral Romawi bernama Lucius Mummius, Sparta menjadi negara yang lumayan damai dan banyak dimasuki oleh turis yang ingin melihat kebudayaannya.

Setelah itu Sparta terlibat pertarungan melawan Viking, dan Sparta memenangkan perang ini, tetapi belum ada bukti pasti tentang cerita ini. Sungguh, pasukan yang patut dikenang akan kehebatan mereka

Friday, 19 July 2013

Robot Siap Gantikan Petani di Ladang



Gordon Wyeth, ketua tim proyek Farm Robotics Queensland University of Technology (QUT) menyatakan, pertanian di Australia perlu lebih kompetitif secara global agar mampu bertahan dalam jangka panjang. Untuk itu, penggunaan robot akan menjadi bagian dari transformasi di industri tersebut.

Menurut Wyeth, QUT yang memiliki kemampuan untuk melakukan riset dan pengembangan robotik telah mengembangkan prototipe "AgBot" dan sedang diuji coba bersama dengan Swarm Farm, mitra mereka di kawasan Emerald, Victoria, Australia.

"AgBot merupakan robot ringan berukuran sebesar kereta golf dan didesain khusus untuk meminimalisir dampak lingkungan saat penyiangan. Ia mampu menjelajah lahan pertanian seluas 4.000 hektare menggunakan sensor murah, membidik tanaman dengan semprotan meski tanaman tersebut masih muda," ucap Wyeth.

Dengan biaya sekitar Rp190 juta per AgBot, sebut Wyeth, petani yang memiliki lahan gandum seluas 4.000 hektare bisa mempekerjakan 100 robot dan menggantikan traktor serta peralatan lain. "Saat ini petani harus menggunakan traktor untuk menyiangi lahan. Tetapi berhubung lahan seringkali becek atau tergenang setalah hujan turun, artinya traktor tidak bisa langsung digunakan," kata Wyeth.

"Akibatnya, rerumputan keburu tinggi dan butuh lebih banyak obat untuk membasminya," ucapnya. Menggunakan AgBot, penyiangan bisa langsung dilakukan dan tidak perlu menggunakan banyak obat. "Ini lebih baik bagi lingkungan dan anggaran sang petani," kata Wyeth.

"Kami perkirakan, robot ini bisa menghemat sekitar Rp5,6 triliun per tahun, hanya dari industri gandum saja terkait penyiangan," ucap Wyeth.

Wyeth menyebutkan, petani juga akan diuntungkan karena robot juga bisa menginformasikan kondisi tanaman mereka dan ini lebih memudahkan petani saat menjadwalkan panen. Dan berhubung seluruh informasi status tanaman juga diberikan, petani bisa mengirim robot-robot ke kawasan lahan yang paling membutuhkan perhatian.

"Saat ini, sekitar 80 persen tanaman hortikultura dirusak oleh burung. Robot ini sangat mampu menjadi orang-orangan sawah dan melacak serta mengusir mereka dari lahan pertanian," sebut Wyeth. "Petani juga bisa menghemat upah buruh yang kini mencapai sekitar 40 persen dari biaya produksi sejumlah produk hortikultura," ucapnya.

Meski mampu menghemat triliunan rupiah, mengatasi masalah perburuhan, meningkatkan kualitas dan hasil produksi, advokasi buruh tani menyatakan, mekanisasi terhadap industri pertanian akan menimbulkan masalah lain. Buruh akan kehilangan pekerjaan, petani akan menggunakan lebih banyak pestisida, dan pasokan makanan akan menjadi kurang aman.

Robot-robot agrikultural ini sendiri baru akan tersedia secara komersial setidaknya dalam waktu sepuluh tahun mendatang.

Cara Kerja Otak Merpati Mirip Manusia




Menurut studi terbaru, ternyata kita memiliki lebih banyak persamaan dengan merpati dibanding yang kita sadari. Hasil studi tersebut menyatakan bahwa manusia dan burung memiliki jaringan otak yang terhubung dengan cara yang serupa.

Dalam studi, sekelompok peneliti dari Imperial College London untuk pertamakali mengembangkan peta dari otak burung pada umumnya. Peta tersebut menunjukkan bagaimana bagian-bagian yang berbeda saling terhubung untuk memproses informasi.

Dengan membandingkan diagram otak milik berbagai mamalia termasuk manusia, tim peneliti mendapati bahwa bagian otak yang penting untuk kognisi tingkat tinggi seperti ingatan jangka panjang dan pemecahan masalah, terhubung dengan otak bagian lain dengan cara yang serupa.

Ini terjadi meski otak mamalia dan burung telah berevolusi dengan cara yang berbeda selama ratusan juta tahun. Ini mengindikasikan bahwa evolusi telah menemukan sebuah metode yang sama untuk kognisi tingkat tinggi dalam pengembangan otak.

Dari studi terdahulu, diketahui bahwa burung memiliki sejumlah keterampilan seperti kemampuan dalam pemikiran sosial yang kompleks dan kemampuan untuk memecahkan masalah. Bahkan mereka juga punya kemampuan untuk membuat dan memanfaatkan alat.

"Burung telah berevolusi secara terpisah dari mamalia selama 300 juta tahun, jadi tidak aneh jika dilihat pada mikroskop, otak burung dan mamalia cukup berbeda," kata Murray Shanahan, ketua tim peneliti dari Department of Computing, Imperial College London, Inggris.





Meski demikian, kata Shanahan, burung menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dengan cara yang serupa bagaikan mamalia, seperti monyet dan manusia.

"Studi kami menunjukkan bahwa otak yang paling tidak sama dengan otak kita ini masih mampu menghasilkan perilaku cerdas. Artinya, kita bisa mengetahui prinsip dasar bagaimana cara otak bekerja," ucapnya.

Berfungsi dengan cara serupa
Dalam studi, tim peneliti mengembangkan peta mereka dengan menganalisa 34 penelitian terkait otak burung merpati, yang merupakan burung paling umum. Mereka fokus ke area yang disebut sebagai "titik simpul" atau kawasan otak yang menjadi pusat utama untuk pemrosesan informasi dan penting bagi kognisi tingkat tinggi.

Secara spesifik, peneliti fokus pada hippocampus, yang merupakan bagian penting otak untuk navigasi dan ingatan jangka panjang, baik pada burung ataupun mamalia. Ternyata, mereka menemukan bahwa titik simpul ini sangat berhubungan erat dengan bagian lain dari otak, baik pada otak burung ataupun otak mamalia. Ini mengindikasikan bahwa kedua jenis otak berfungsi dengan cara serupa.

Selain itu, peneliti juga mengamati prefrontal cortex pada mamalia, yang merupakan bagian penting dari otak untuk memikirkan masalah kompleks seperti pembuatan keputusan. Prefrontal cortex ini dibandingkan dengan nidopalloim caudolaterale, yang memiliki fungsi sama, di otak burung. Ternyata baik titik simpul kedua jenis otak telah berevolusi secara berbeda, namun cara mereka terhubung di dalam otak tampak serupa.

Menurut tim peneliti, tujuan mereka berikutnya adalah menggunakan informasi yang didapat dari diagram sambungan tersebut untuk membuat pemodelan komputer yang menyerupai cara otak hewan berfungsi, yang kemudian bisa digunakan untuk mengontrol robot. Penelitian ini sendiri sudah dipublikasikan di jurnal Computational Neuroscience.

Wednesday, 17 July 2013

Pembangkit Energi Tenaga Urin Berhasil Diciptakan




Sekelompok peneliti dari University of Bristol dan Bristol Robotics Laboratory, Inggris mengumumkan keberhasilan membuat sel bahan bakar yang menggunakan bakteri untuk mengurai urin dan menghasilkan listrik. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Physical Chemistry Chemical Physics, Royal Society of Chemistry.

"Sejauh ini, belum pernah ada yang memanfaatkan daya dari urin untuk menjadikan listrik , jadi ini merupakan temuan yang menarik," kata Ioannis Ieropoulos, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut.

Ieropoulos menyebutkan, yang menarik dari sumber energi ini adalah kita tidak mengandalkan sumber daya alam yang tak tentu seperti angin atau sinar matahari. "Kita benar-benar memanfaatkan limbah untuk membuat energi," ucap Ieropoulos. "Dan salah satu produk yang dipastikan tidak akan habis pasokannya adalah urin kita," ucapnya.

Dalam studinya, peneliti mengembangkan bakteri pada anoda serat karbon dan menempatkan mereka di dalam silinder keramik. Bakteria tersebut kemudian menguraikan zat kimia di urin, menghantarkannya melalui silinder yang kemudian mampu membangkitkan sedikit energi listrik yang dapat disimpan di kapasitor.

Ieropoulos berharap bahwa sel yang saat ini berukuran sebesar baterai mobil bisa digunakan untuk banyak aplikasi. "Tujuan kami adalah membuat sesuatu yang bisa dibawa-bawa dengan mudah," ucapnya.

"Saat ini, microbial fuel power stack (MFC) yang kami kembangkan mampu membangkitkan listrik yang cukup untuk mengirimkan SMS, menjelajah web, dan melakukan panggilan singkat di telepon," ucap Ieropoulos. "Konsep ini telah diuji coba dan berhasil," ucapnya.

Kini, Ieropoulos menyebutkan, hal yang perlu dilakukan adalah mengembangkan dan memperbaiki proses sehingga bisa membuat MFC mengisi baterai secara penuh. "Kami berharap, suatu saat teknologi ini bisa digunakan untuk memasok daya bagi perangkat rumah tangga," ucap Ieropoulos.

Ribuan Benda Sejarah Indonesia di Luar Negeri

Pedati perunggu yang diduga berasal dari zaman Majapahit. Saat ini menjadi koleksi milik Metropolitan Museum, Amerika Serikat. (Dok. Metropolitan Museum)


Upaya diplomasi untuk mengembalikan benda-benda masterpiece itu pernah dilakukan tahun 1978. Setelah itu, upaya tersebut berhenti hingga sekarang.

Hasil diplomasi yang dilakukan tahun 1978 itu, Pemerintah Belanda akhirnya mengembalikan, antara lain, naskah Nagarakretagama, arca Prajnaparamitha setinggi 1,26 meter, pelana kuda Pangeran Diponegoro, dan koleksi emas dari kerajaan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pelana kuda, arca, dan emas saat ini disimpan di Museum Nasional, sedangkan naskah Nagarakretagama disimpan di Perpustakaan Nasional.

Intan Mardiana, Direktur Museum Nasional, Selasa (9/7) di Jakarta, mengatakan, sejumlah benda sejarah milik Indonesia tersebar di Belanda, Inggris, Austria, bahkan sampai ke Rusia. Di Inggris misalnya, ada sekitar 6.000 koleksi, sedangkan di Australia terdapat sekitar 3.000 benda etnografi Indonesia.

Intan mengatakan, saat ini upaya diplomasi untuk mengembalikan benda-benda bersejarah milik Indonesia itu belum dilakukan lagi. Namun, pihaknya tetap mengupayakan agar benda-benda bersejarah tersebut bisa dikembalikan ke Indonesia.

Lakukan identifikasi
Edi Sedyawati, arkeolog yang pernah menjabat Direktur Jenderal Kebudayaan Depdikbud, mengatakan, pengembalian karya budaya yang menjadi masterpiece Indonesia perlu terus dilakukan. Kalau upaya tersebut belum berhasil, setidaknya perlu dilakukan identifikasi benda-benda apa saja yang ada di luar negeri. Hal ini sangat penting bagi dunia ilmu pengetahuan agar para peneliti kita bisa dengan mudah mencari informasi tentang keberadaan benda-benda tersebut.

Untuk mengenalkan benda bersejarah Indonesia yang ada di luar negeri, Museum Nasional bekerja sama dengan museum-museum di Belanda. Tahun 2005, misalnya, Indonesia-Belanda memamerkan koleksi kedua negara melalui program Share Culture Heritage dengan tema "Singhosari".
Babi perunggu, lambang kemakmuran, berasal dari zaman Majapahit. Saat ini menjadi koleksi milik Metropolitan Museum, Amerika Serikat. (Dok. Metropolitan Museum)


Pameran yang diadakan bergantian di Indonesia dan Belanda ini memajang koleksi milik Museum Rijkmuseum voor Volkenkunde di Leiden, Museum Nieuwe Kerk di Amsterdam, dan Museum Nasional.

"Tahun 2007 ada lagi kelanjutannya di Leiden berupa pameran tentang Sumatra," ujarnya.

Upaya-upaya itu tersebut dilakukan agar masyarakat kedua negara bisa melihat koleksi, baik dari museum Belanda maupun Indonesia. Edi mengatakan, benda milik Indonesia yang diperoleh Belanda sebagian besar hasil rampasan sehingga Belanda memiliki koleksi yang lebih bagus dari Indonesia.

Selain pameran bersama, upaya lainnnya adalah meminjam koleksi dari Belanda dalam jangka waktu panjang. Peminjaman ini untuk melengkapi koleksi Museum Nasional yang kini sedang ditata ulang.

Intan mengatakan, pihaknya tentu senang apabila benda-benda bersejarah milik Indonesia yang masih tersebar di beberapa negara dikembalikan ke Indonesia. Akan tetapi, saat ini pihaknya belum siap jika harus menampung karena ruangan penyimpanan sangat terbatas.

Bahkan, untuk menyimpan koleksi Museum Nasional yang berjumlah 141.889 koleksi, ruangan yang ada sudah tidak mencukupi. "Saat ini sedang dibangun gedung baru seluas 15.000 meter persegi yang nantinya, antara lain, akan digunakan untuk penyimpanan. Mudah-mudahan tahun 2017 bisa selesai," kata Intan.

Pada saat bersamaan, upaya pendataan ulang koleksi Musuem Nasional juga sedang

Byrd, Si Penjelajah Ujung Dunia

Richard E. Byrd dengan latar belakang pesawat Vought VE-7 Bluebird. (USA Library of Congress, Wikimedia Commons)


"Utara, timur, selatan, dan barat.Semua yang ada di sana tidak pernah terlihat, tidak terlacak, dan tidak diketahui," Richard E.Byrd, dalam penerbangannya ke Antartika pada 5 Desember 1929.

Byrd, pria memesona yang berjuluk "Admiral Ujung Dunia", awalnya tidak berniat jadi penjelajah ekstrem. Hanya saja, ia didiskualifikasi dari tugas kelautan Akademi Angkatan Laut akibat cedera engkel.

Ia menentukan tujuan baru: terbang. Bekal pengetahuan penerbangannya membuat Byrd melayang menuju Arktika. Kala 9 Mei 1926, ia mengklaim sebagai orang pertama yang berhasil sampai ke Kutub Utara dan terbang di atasnya.

Sayangnya, pendapat para pakar Kutub tidak demikian. Byrd bukanlah orang pertama yang sampai di ujung dunia itu, melainkan penjelajah Norwegia bernama Roald Amundsen.

Sebagai bentuk penebusan, Byrd mengalihkan pandangan jelajahnya ke Antartika. Di sini, dengan menggunakan pesawat, Byrd berhasil memetakan ratusan hingga ribuan puncak dan gletser.

Truknya yang dimodifikasi khusus mengalahkan tarikan kereta luncur yang menggunakan anjing. Ia berhasil memindahkan kebutuhan dan suplai hingga akhirnya terbentuklah stasiun peneliti "Little America". Stasiun ini dialiri listrik, lengkap dengan barak yang dipanasi kerosin, memiliki mesin kelontong, bahkan pusat kebugaran. Fasilitas mencengangkan mengingat letaknya di wilayah tandus, nyaris tidak bisa dihuni manusia.

Byrd juga terbukti tangguh saat melawan dinginnya musim dingin Antartika. Malah, satu-satunya hal yang membuat pria Amerika Serikat ini nyaris tewas adalah keracunan karbon monoksida dari kompornya sendiri.

Si Admiral ini juga tidak melupakan Kutub Selatan karena pada 28 November 1929 ia dan tiga rekannya tercatat sebagai orang pertama yang terbang di atasnya. Tapi ini bukan perkara mudah. Pasalnya, mereka harus membuang suplai makanan untuk menghindari tabrakan dengan gunung setinggi 15.000 kaki. Perjalanan pulang selama 16 jam dan 1.400 mil harus mereka tempuh dengan perut keroncongan.

Antartika dan Kutub tidak melemahkan veteran Perang Dunia II ini. Hingga sekarang ia masih dianggap sebagai salah satu pionir ternama dalam membuka daratan yang terkunci lapisan es. Byrd meninggal dunia saat tidur pada 11 Maret 1957. Usianya saat itu 68 tahun.

17 Juli 1955, "Surga" Anak Ini Dibuka




Tepat pada 48 tahun lalu, 17 Juli 1955, wahana bermain Disneyland resmi dibuka. "Surga" bagi anak ini berisi tempat permainan yang menggabungkan nostalgia, fantasi, dan futurisme.

Theme park ini dibuka di lahan seluas 160 acre di Anaheim, California, Amerika Serikat. Hanya dalam waktu singkat, taman bermain yang digagas Walt Disney ini meraup keuntungan miliaran rupiah.

Banyak pembelajaran berharga yang bisa kita dapatkan saat menjelajahi aneka wahana di Disneyland, terutama yang berlokasi di Orlando, AS. Bob Sehlinger, penulis buku The Unofficial Guide to Disney World mengatakan, “Tanpa memetik pembelajaran berharga, menjajal aneka wahana yang ada sama saja membuang uang dan waktu.”

BELAJAR BERSABAR Memang tidak ada peraturan resmi yang melarang Anda membawa balita (bayi berusia di bawah lima tahun). Tetapi wahana yang ada memang diperuntukkan bagi non balita. Jadi tunggulah sampai anak-anak berusia sekurangnya enam – tujuh tahun.

RAMAI RAWAN Perhatikan waktu kunjungan. Disneyland relatif sepi pada November (sebelum perayaan Thanksgiving), Desember (sebelum liburan Natal) dan Januari. Selain itu, jumlah pengunjung biasanya tidak begitu membludak pada minggu-minggu antara perayaan Paskah atau Hari Pahlawan.

Jika memungkinkan berkunjunglah pada awal Juni atau akhir Agustus. Penting untuk datang lebih pagi agar menjadi keluarga pertama yang datang dan mengantri begitu gerbang utama dibuka; lalu pada jam pertama menyaksikan tiga atau empat atraksi terpopuler yang pantang dilewatkan. Cek waktu kunjungan yang sesuai bagi Anda dan keluarga diwww.touringplans.com.

TIDUR BERSAMA MICKEY? Tarif menginap di resor berbintang ala Disneyland per malamnya memang tidak murah. Tetapi cukup masuk akal mengingat begitu banyak keuntungan yang didapat: berbagai diskon termasuk makanan. Gratis biaya penjemputan di bandara; jauh lebih hemat dibanding menggunakan taksi. Jika menggunakan mobil pribadi pun tidak dikenai ongkos parkir.

Tersedia shuttle bus gratis untuk mengelilingi Disneyland. Selain itu, pengunjung yang menginap di resor ini juga diperbolehkan masuk lebih awal ke area berbeda setiap pagi, dan masih bisa berada di sana tiga jam setelah area tutup. Cek Allstarvacationhomes.comatau Orlandoinfo.com/rentals.

PAKET TIKET Lebih ekonomis membeli paket tiket atau multiday pass untuk menjajal wahana yang Anda dan keluarga inginkan saja. Kebanyakan keluarga membeli tiket selama berlibur, katakanlah selama lima hari. Jangan lakukan ini! Bagilah waktu Anda dan keluarga; sehari untuk bersantai atau berbelanja, kemudian belilah tiket sesuai keinginan.

MAKANAN Kebanyakan restoran di Disneyland membandrol makanan biasa dengan harga tinggi, dan harus mengantri lama untuk mendapatkannya. Petugas setempat melarang Anda dan keluarga membawa makanan dari luar. Tetapi tidak ada salahnya Anda dan keluarga membawa makanan ringan, seperti kismis dan kacang-kacangan untuk asupan energi.

Kalender Bulan Telah Ada 10.000 Tahun Lalu




Para arkeolog menemukan apa yang diperkirakan mereka sebagai kalender bulan teraneh sekaligus tertua yang pernah ada, ketika bekerja di Skotlandia. Penemuan itu merupakan 12 buah lubang dengan bentuk-bentuk tertentu, patron yang seakan dirancang untuk menirukan berbagai fase bulan. Diduga usia temuan sekitar 10.000 tahun.

Kedua belas galian lubang semuanya disusun dalam barisan sempurna—terletak di jalur titik balik Matahari yang menandai permulaan musim dingin. Dan bila ditarik garis, membentuk busur sepanjang 50 meter.

Menariknya, busur ini sejajar pula dengan kedudukan di tataran di mana Matahari akan muncul untuk terbit pada hari midwinter solstice, 10.000 tahun lalu. Macam-macam bentuk lubang: seperti menggambarkan bulan baru, bulan tua, bulan sabit, bulan bulat penuh yang besar letaknya di tengah-tengah.

"Yang kita lihat di sini adalah sebuah langkah penting dalam awal konstruksi waktu umat manusia, bahkan dalam sejarah waktu itu sendiri," kata guru besar arkeologi bentang alam di Birmingham University, Vincent Gaffney.

Upaya mencatat waktu dan musim memiliki arti yang sangat signifikan bagi masyarakat Inggris Mesolitikum yang hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan.

Ahli arkeologi era Mesolitikum yang terlibat di dalam penelitian, Simon Fitch, menambahkan, kemampuan memprediksi peristiwa-peristiwa astronomi tersebut berguna untuk alasan budaya, contohnya dipakai meningkatkan yang dianggapnya sebagai kekuatan dukun. Maupun untuk alasan ekonomi, di mana dipakai menangkap ikan lebih banyak karena mengetahui kapan saat ikan sampai ke sungai.

Rangkaian lubang ini pertama kali terlihat tahun 2004 melalui foto udara. Namun baru belakangan ini, memanfaatkan generasi terbaru teknologi remote-sensing serta kecanggihan perangkat lunak yang dikembangkan untuk mereka posisi terbit dan terbenam Matahari dalam lanskap 10.000 tahun silam, lubang-lubang ini mampu dijelaskan.

Thursday, 11 July 2013

Misteri si Petir Gelap



Petir gelap atau dark lightning adalah radiasi energi paling tinggi yang dihasilkan secara alami di bumi. Sejak pertama kali diketahui pada 1991, petir gelap memang kerap terbentuk di dalam badai petir. Namun, hingga kini peneliti belum mengetahui seberapa sering petir ini menyambar.

Nikolai Østgaard, peneliti angkasa luar di University of Bergen, Norwegia, dan timnya menemukan bahwa petir gelap terjadi sesaat sebelum petir menyambar. Penelitian ini dipaparkan dalam artikel Geophysical Research Letters, sebuah jurnal dari American Geophysical Union, akhir bulan silam.

Butuh waktu tujuh tahun hingga akhirnya mereka menyadari bahwa terdapat sambaran sinar gama di antara badai di atas Venezuela, saat mereka memproses kembali data dari dua satelit yang masing-masing dilengkapi oleh detektor optik dan detektor sinar gama yang dahulu terbang di antara badai tersebut.

Petir gelap adalah sambaran sinar gama yang dihasilkan selama badai petir, oleh elektron yang bergerak amat cepat dan berbenturan dengan molekul udara. Para peneliti ini mencurigai bahwa petir gelap terpicu oleh medan elektrik kuat, yang tercipta dengan cepat sebelum petir terang menyambar.

Medan yang kuat ini menciptakan rangkaian elektron yang bergerak mendekati kecepatan cahaya. Saat elektron itu bertubrukan dengan molekul udara, terciptalah sinar gama, yang akhirnya menghasilkan denyutan radio sebelum petir terang muncul. Proses pembentukan mulai dari hantaran elektris hingga terjadinya petir gelap dan terang bisa berlangsung kurang dari 0,01 detik.

Menurut para peneliti, temuan baru ini menampilkan bukti observasi bahwa petir terang dan gelap ini terkait, walaupun secara alami hubungannya masih belumlah jelas. Østgaard mengatakan, bahwa European Space Agency berencana untuk meluncurkan Atmospheric Space Interactions Monitor (ASIM) dalam tiga tahun ke depan yang bisa mendeteksi baik petir yang terlihat maupun tak terlihat ini dari luar angkasa. Ia pun turut terlibat dalam pembangunan detektor sinar gama di dalam proyek ini.

Lampu Pintar akan Terangi Jalanan Finlandia



VTT Technical Research Centre of Finland mengembangkan teknologi lampu jalanan LED yang bisa diredupkan. Lampu jenis ini mengonsumsi energi lebih sedikit dibandingkan dengan sistem penerangan jalan yang saat ini digelar, namun di saat yang sama juga mampu meningkatkan karakteristik pencahayaan.

Sebagai gambaran, lampu jalanan tradisional bekerja dengan daya penuh saat dinyalakan dan jumlah pancaran cahayanya pun umumnya tidak bisa diatur. Sementara itu, lampu jalanan LED yang dikembangkan oleh VTT mampu beradaptasi dengan kondisi sekeliling dengan bantuan sensor dan kontrol nirkabel.

Ini membuat lampu-lampu tersebut bisa diredupkan sesuai dengan kondisi pencahayaan alami yang sedang terjadi, kondisi lingkungan (misalnya pancaran sinar yang dipantulkan oleh salju), dan juga jumlah pejalan kaki.

Adapun untuk menjaga kenyamanan, sejumlah karakteristik penting bagi pengguna jalan, seperti jumlah dan warna cahaya, dan bentuk sorotan cahaya diikutsertakan dalam mendesain pencahayaan. Demikian pula untuk kontrol tingkat kesilauan, distribusi cahaya, dan pencahayaan yang cukup untuk bahu jalan.

Sistem pencahayaan jalanan cerdas ini juga mampu menyimpan informasi konsumsi energi, temperatur, tingkat pencahayaan, jumlah pejalan kaki. Menurut pengukuran di laboratorium, lampu LED baru ini sudah 50 persen lebih hemat energi dibanding lampu tradisional, bahkan meski tanpa dilengkapi fitur cerdas yang dimiliki. Jika fitur pengaturan tingkat pencahayaan sesuai kondisi diberlakukan, ada potensi tambahan penghematan energi hingga 40 persen.

Lampu jalanan tersebut telah diuji coba di sepanjang jalur pejalan kaki di Helsinki. Sebagai perbandingan, 20 lampu jalanan berbeda-beda digunakan untuk mewakili lima jenis lampu yang beredar di pasaran di mana tiga di antaranya merupakan lampu LED luminer dan dua lainnya merupakan lampu sodium bertekanan tinggi dan lampu luminer metal halide.

Dari survei yang dilakukan oleh Aalto University, Finlandia, di kawasan uji coba instalasi, orang-orang yang menggunakan jalan yang bersangkutan memberikan tanggapan yang positif terhadap lampu LED pintar tersebut.

Eco-city Pertama di Negara Kaya Minyak

Masdar City


Masdar City, sebuah kota yang berada di tengah padang pasir Arab, sedang dibangun menjadi kota berbasis energi tenaga surya. Kota ini dicita-citakan menjadi pusat inovasi teknologi energi terbarukan nantinya.

Abu Dhabi, negara-kota bagian dari Uni Emirat Arab yang terkenal memiliki kekayaan minyak, mengumumkan proyek Masdar ini pada 2006. Mereka berambisi menjadikan Masdar eco-city terbaik di dunia pada masa mendatang dan memastikan posisi mereka sebagai yang terdepan dalam ranah energi terbarukan.

Pemerintah Abu Dhabi berinvestasi US$22 miliar (lebih dari Rp215 miliar) untuk proyek ini.Dengan luas terbatas dua mil persegi, eko-metropolis Masdar rencananya dapat menampung sekitar 40.000 penduduk. Masdar Institute dicanangkan untuk menjadi sebuah universitas riset (tingkat pascasarjana) sekaligus membentuk lingkup komunitas di bidang teknologi berkelanjutan, yang bermitra dengan The Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Pemandangan jalan di kampus Masdar Institute, Masdar City.

Di awal, pembangunan Masdar seperti khalayan belaka. Namun seiring perkembangan waktu, perlahan-lahan kemajuan Masdar mulai menggeliat. Bertumbuh dan berupaya menciptakan kota dengan sistem berkelanjutan terpadu (sustainable systems integration).

Stephen Severance selaku manager program, menyatakan, dalam waktu 12 tahun mendatang atau pada 2025, Masdar akan bertransformasi menjadi kota nol emisi. Pengelolaan energi, air, utilitas, dan limbah akan terlaksana dengan prinsip-prinsip ekologis pula. Seluruh kota akan jadi eksperimen inkubator teknologi yang "bersih" alias ramah lingkungan dalam skala besar-besaran.

Bangunan apartemen, gedung perkantoran, dan sentra bisnis dirancang dengan efisiensi tinggi. Kendaraan mobil pribadi dilarang memasuki kota. Kendaraan pribadi pengunjung harus ditinggalkan di pelataran parkir di pinggiran kota. Selanjutnya perjalanan ke dalam kota dengan transportasi umum berupa bus listrik dan mobil listrik single-cabin yang nyaman—disebut Personal Rapid Transit.

Selain itu, jalur metro Abu Dhabi juga melintasi pusat kota Masdar ini, serta merta menyediakan sarana transportasi ke area metropolis lebih luas.

Saat ini lebih dari separuh populasi manusia di Bumi bermukim di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Kota-kota diperkirakan menyumbang 70 persen dari emisi karbon global.

Ditemukan, Cara Menghilangkan Suara dari Udara



Sekelompok ilmuwan asal Korea Selatan telah membuat sejenis "jendela" yang mampu meredam suara tetapi di saat yang sama memungkinkan udara untuk melintas. Dalam laporan yang mereka unggah ke server pracetak arXiv, para peneliti memaparkan jendela yang mereka buat dan bagaimana ia diproduksi.

Peneliti memaparkan, untuk mencegah suara melintas dari satu sisi ke sisi lain, kita biasanya menggunakan material yang mampu mentransfer suara di udara ke medium lain yang kemudian melemahkan kekuatan suara yang terkandung di sana.

Tetapi, dengan cara itu, membuat medium yang memperkenankan udara yang menghantarkan suara untuk melintas dan di saat yang sama justru mematikan suara yang dibawa udara tersebut tidaklah memungkinkan. Namun justru inilah yang berhasil dilakukan oleh tim peneliti Korea tersebut.

Jendela yang mereka buat, meski sebenarnya bukan sebuah jendela, merupakan dua pelat plastik paralel yang terpisah dengan jarak kurang dari 40 milimeter, serupa dengan kaca berlapis.

Ruang yang ada di antara pelat plastik itu didesain sedemikian rupa untuk memastikan bahwa udara yang masuk ke sana dirintangi oleh tekanan yang ada di dalam ruang tersebut, menggunakan prinsip yang disebut sebagai bulk modulus, atau daya resistensi sebuah material terhadap tekanan.

Setiap ruang sendiri memiliki ukuran rata-rata 150 milimeter persegi, adapun untuk membuat jendela yang lebih besar, ruang-ruang tersebut diatur dalam susunan. Pendekatan panel ganda ini berhasil meredam suara, namun tidak sebanyak yang diinginkan.

Agar efek peredaman suara lebih tinggi, peneliti menempatkan silinder (yang disebut sebagai pemancar dan penerima) yang terbuat dari plastik melalui pelat-pelat tersebut. Masing-masing silinder memiliki sepotong plastik datar yang menutup kedua sisinya.

Sebuah lubang kemudian dibuat melalui pelat plastik tersebut agar udara yang menghantarkan udara bisa lewat. Saat udara dihantarkan, suara diuraikan ke dalam ruang-ruang yang ada di antara kedua pelat.

Alasan penggunaan silinder, bukan hanya sekadar lubang bor, adalah agar sebuah penyaring bisa ditempatkan untuk mencegah udara melintas. Hasilnya, sebuah jendela, atau lebih tepatnya sistem lubang angin yang memungkionkan udara melintas sambil mereduksi suara yang dibawanya.

Dari hasil pengujian, jendela yang dibuat tersebut mampu mereduksi suara antara 20 sampai 30 desibel. Peneliti menyebutkan, perubahan ukuran dari lubang angin memungkinkan untuk peredaman suara dalam frekuensi yang berbeda.

Hal ini, sebut peneliti, bisa dijadikan metode yang menarik, misalnya sebuah sistem ventilasi yang bisa mematikan bising yang mengganggu namun tetap memperkenankan suara lain (misalnya deburan ombak di pantai) sekaligus memungkinan udara segar tetap melintas.

8 Penemuan Arkeologi yang Mengerikan


8. Kanibalisme Neanderthal

Pada 2010, para arkeolog melaporkan penemuan kerangka Neanderthal di sebuah goa di Spanyol. Sebetulnya, hanya kerangka Neanderthal seperti yang telah ditemukan selama ini. Hanya saja, yang menjadikan temuan ini begitu mengerikan adalah fakta kerangka tersebut menunjukkan tanda-tanda kanibalisme.





Tiga wanita, tiga pria, tiga remaja, dua anak-anak dan bayi disinyalit telah menjadi makanan bagi sekelompok Neanderthal lainnya. Kerangka yang ditemukan ini bukan satu-satunya bukti kanibalisme Neanderthal, kata arkeolog. Tampaknya, ketika kondisi sulit, Neanderthal tak segan-segan memakan jenisnya sendiri.


7. Abu dari Seorang Bocah yang Dibakar Hidup-hidup

Sekitar 11.500 tahun lalu, seorang anak berusia 3 tahun dibakar dan dikubur di sebuah perapian di tengah Alaska. Setelah kremasi, rumah yang ditempati perapian itu ditinggalkan.





Abu dari tubuh kesepian itu ditemukan masih persis seperti saat dia mati. Hal ini mengejutkan penemunya, Ben Potter seorang arkeolog Universitas Alaska dan Joel seorang antropolog gigi asal Irlandia. Kedua peneliti memiliki anak yang adalah tentang usia yang sama seperti Alaska kuno adalah ketika ia meninggal, kata Potter.

"Itu sangat luar biasa bagi kami berdua untuk berpikir, di luar aspek ilmiah, bahwa ya, ini adalah hidup, bernapas manusia yang mati," kata Potter.


6. Kuburan Misterius

Dikubur, digali, dibakar, dan kembali dikubur; itulah nasib saudara tiri sekaligus pengganti Alexander the Great, Philip III Arrhidaios – menurut fakta sejarah. Terkait dengan hal tersebut, para arkeolog mengklaim telah menemukan apa yang tersisa dari laki-laki itu setelah apa yang dilakukan rakyatnya pada Philip III Arrhidaios.





Makam ini ditemukan di kerajaan di Yunani. Di mana, di dalamnya terdapat tulang belulang bekas pembakaran yang diduga kuat adalah Philip III Arrhidaios. Namun, beberapa arkeolog meyakini kalau itu adalah makam Philip II, ayah Alexander the Great. Yang pasti tulang belulang temuan itu sangat mengerikan.


5. Ekspedisi yang Naas

Ekspedisi legenda Norwest Passage telah merenggut banyak nyawa, termasuk 129 penjelajah yang pergi mencari rute laut melalui kutub utara pada 1845. Dipimpin oleh British John Rear-Admiral Sir Franklin, para awak dikutuk menuju ke lokasi yang tidak mereka ketahui. Semua awak binasa akibat kelaparan dan hipotermia.





Sepertinya, saat itu keadaan memburuk. Hal itu terbukti dengan banyaknya sisa-sisa awak yang keracunan timbang. Barangkali dari makanan kaleng yang mereka makan. Tingginya kadar timbal dalam tubuh menyebabkan muntah, lemah, dan kejang.

Peneliti mengatakan bahwa mayat dibiarkan terkubur hidup-hidup. Beberapa di antaranya diperkirakan telah dikanibal. Beberapa mayat berhasil diidentifikasi, meskipun melalui rekonstruksi wajah. Seperti gambar di atas.


4. Perang Kimia Zaman Kuno

Dua puluh orang atau lebih pasukan Romawi telah bertemu kematian secara kejam 2.000 tahun lalu. Selama pengepungan Kota Romawi, yang dikuasai Suriah Dura, pasukan Persia menggali terowongan di bawah tembok kota dalam upaya untuk melemahkan Romawi. Di satu sisi, pasukan Romawi juga menggali terowongan dalam upaya untuk mencegat pasukan Persia. Sayangnya, ide pasukan Romawi bocor ke telinga pasukan Persia.





Berdasarkan kerangka yang ditemukan, arkeolog menyimpulkan bahwa segera setelah ide pasukan Romawi bocor, pasukan Persia menyiapkan jebakan mengerikan di terowongan yang digali Romawi. Sebuah awan asap petrokimia beracun mengubah paru-paru pasukan Romawi menjadi asam. Hal ini terbukti dengan adanya kristal belerang dan aspal di dalam kerangka yang ditemukan. Menunjukkan telah terjadi “perang kimia” zaman kuno. Gas yang terhisap ke dalam paru-paru berubah menjadi “Asap Neraka!” jelas Simon James, arkeolog dari University of Leicester LiveScience. Terowongan ini digali tahun 1920-1930-an, dan telah dikubur kembali sekarang.


3. Penderita Kusta Pertama

Kusta – kini dikenal sebagai penyakit Hansen – telah lama membawa stigma. Walaupun, penyakit ini tak terlalu menular, sepanjang sejarah para penderita kusta telah dibuang dan dilecehkan. Hal ini dikarenakan kusta akut membuat penderitanya kehilangan anggota tubuhnya (cacat). Sehingga dianggap sebagai penyakit yang harus dihindari.





Sebuah kerangka penderita kusta berusia 4.000 tahun ditemukan di India. Kerangka ini bukti tertua arkeologi tentang keberadaan penyakit ini. Kenyataan bahwa kerangka ini tidak dikremasi menunjukkan semasa hidupnya orang tersebut terbuang dari tradisi Hindu. Mereka hanya layak dikuburkan. Kerangka dimakamkan di kandang batu yang penuh dengan abu hasil pembakaran kotoran sapi – zat yang dianggap suci dan memurnikan.


2. Prajurit Penderita Kusta

Secara umum, penderita kusta selalu dibuang dan dilecehkan, walaupun tidak selalu demikian. Di Italia pada abad pertengahan, para penderita kusta ini justru bergabung sebagai prajurit untuk turut bertempur dan berjuang. Sebuah kerangka prajurit penderita kusta, baru ditemukan di suatu perkuburan Italia abad pertengahan. “Tanda kusta” yang dapat dikenali oleh para arkeolog tampak seperti luka sayatan pedang (lihat gambar). Laki-laki ini, yang mungkin gugur dalam satu pertempuran, telah dikuburkan secara layak oleh rekan-rekannya.





Makam lain di perkuburan yang sama, tak kalah mengerikan. Setidaknya makam tersebut diisi oleh dua mayat laki-laki yang selamat dari trauma kepala besar. Termasuk apa yang tampak seperti luka kapak perang.


1. Pengorbanan Akrobatik

Bukti pengorbanan manusia ditemukan di seluruh dunia. Namun, penemuan situs pengorbanan satu ini mungkin, dilaporkan pada 2008 dalam jurnal “Antiquity”, tampaknya sangat aneh. Dalam sebuah bangunan kuno di kawasan yang sekarang disebut Suriah, para arkeolog menemukan pengaturan aneh tulang manusia dan hewan. Tiga tengkorak manusia berbaring berjejer, tanpa kepala. Ditilik dari cedera pada tulang memang tidak biasa. Para peneliti menyimpulkan mungkin cedera tersebut ditimbulkan oleh akrobat.





Bangunan kuno yang penuh kotoran dengan mayat tanpa kepala, memberikan jejak kepada peneliti bahwa ada semacam pengorbanan yang dijadikan hiburan. Khususnya, antara binatang melawan manusia. Dan ada kemungkinan ditinggalkan setelah terjadinya bencana alam atau apalah.[]

Friday, 5 July 2013

Adikarya Gaudi: Bangunan Keajaiban Alam Barcelona


Katedral Sagrada Familia, lanskap kota Barcelona nan ternama di Spanyol. (thinkstockphoto)


Sepenuhnya dibiayai oleh sumbangan pribadi dan pendapatan pariwisata, dengan perlahan pembangunan Katedral Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol, hampir selesai. Satu kali lirikan pada tata letak dan desain gereja tersebut akan mengungkapkan keajaiban imajinatif dari teknik bangunan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Arsitek Antoni Gaudí, sang perancang arsitektur La Sagrada Familia seringkali berkata, "Klien saya tidak terburu-buru." Memang premis Gaudí dalam membangun sangat sederhana: Jika semesta raya ini ciptaan Tuhan, dan arsitektur juga berasal dari apa yang ada di alam, maka merancang bangunan dengan didasari karya buatan alam adalah sebuah cara menghormati Tuhan.

Inilah keistimewaan Gaudí, ia dikenal memiliki visi yang selalu terinspirasikan oleh religiusitas serta kecintaannya akan alam.

Setelah mengamati kesempurnaan fungsi masing-masing di alam, Gaudí pun memanfaatkan putaran permukaan dan landasan melengkung sebagai dasar organik struktur bangunannya. Kolom, gerbang lengkung, dan tangga, semua merupakan cabang dari gagasan rancangan alam ini.

Dalam perjalanannya mencari kolom yang sempurna, Gaudí mempelajari uliran dari banyak tanaman—pola-pola yang membiarkan dedaunan menerima cahaya matahari dan memberikan kekuatan struktural. Hasilnya, kolom-kolom karyanya merupkan pola distribusi berat alami pepohonan. Kolom-kolom Gaudí, yang juga dirancang untuk menampung cahaya buatan, meniru luka yang terbentuk secara alami saat sebuah dahan pohon tergurat.

Contoh lain adalah tangga yang berbentuk spiral. Spiral—yang ditemukan pada tanaman, hewan, sistem planet—merupakan bentuk dan tema berulang di dalam karya Gaudí.

Konstruksi gereja dimulai pada 1882, dan Gaudí dipercaya menjadi arsitek utama gereja pada 1883. Sebelas tahun setelah peletakan batu pertama, kubur bawah tanah dan apsegereja selesai.

Gaudí memasangkan jendela-jendela pada kuburan bawah tanah gereja untuk menerima cahaya masuk. Sampai saat ini, baru dirinyalah yang dikuburkan di sana. Ia wafat di Barcelona pada 1926.

Tahun 1936, Perang Sipil Spanyol pecah dan menyebabkan banyak model 3-D Gaudí dibakar. Namun saat Perang Sipil ini berakhir pada 1939, pembangunan dimulai kembali berdasarkan model yang tersisa.

Mark Burry, seorang arsitek dari Australia, mengutarakan pendapat. Menurut Burry yang sudah bergelut ikut mengerjakan proyek La Sagrada Familia selama 31 tahun ini, model rancang mengandung segenap DNA bangunan.

"Model itu jawaban Gaudí atas tantangan setiap arsitek— menghasilkan ide yang begitu kompleks, lalu menangkap keseluruhan ide dan menjelaskannya secara lengkap agar orang lain dapat paham, dan bisa meneruskan [pekerjaan] setelah kematianmu," jelasnya. Burry juga menggunakan alat bantu gambar-gambar serta teknologi komputer untuk menerjemahkan rancangan Gaudí.

Pada 2010 lalu, Paus Benediktus XVI telah menahbiskan basilika. Kini pembangunan diteruskan dan menara-menara utama gereja dijadwalkan akan selesai hingga tahun 2020. Menara ini hampir menggandakan total tinggi bangunan tersebut.

Puncak Jayawijaya, Satu-Satunya Tempat Bersalju di Indonesia




Ingin salju turun di Indonesia seperti dalam cerita di film-film Korea di televisi? Hal ini mungkin bisa travelers dapatkan bila berkunjung ke beberapa mall terkemuka di Jakarta yang memang membuat ruangan khusus bersalju.

Sejatinya, Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memang memiliki iklim tropis sepanjang masa sehingga tidak memungkinkan adanya turun salju di wilayahnya. Namun keajaiban alam sering muncul di Indonesia. Salah satunya yaitu salju abadi di puncak Gunung Jayawijaya.

Di puncak gunung tertinggi di Indonesia ini, salju terhampar begitu luas. Ketinggiannya yang mencapai 4.884 dapl membuat salju abadi pun menutupi puncak gunung di Papua ini. Salju di puncak Jayawijaya merupakan salah satu fenomena alam yang unik, karena es alami biasanya tidak turun di sepanjang khatulistiwa. Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya bagaikan permadani yang diselimuti tudung putih. Jika matahari sedang cerah, maka hamparan salju tersebut akan akan memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan namun tetap mengagumkan.

Keindahan puncak Jayawijaya atau yang lebih dikenal para pendaki sebagai Piramida Carstenz terdaftar sebagai satu dari tujuh puncak benua (seven summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran para pendaki gunung di berbagai belahan dunia. Carstenz diambil dari nama penemu pegunungan ini, Jan Carstenz yang melihat adanya puncak gunung bersalju di daerah tropis melalui sebuah kapal laut di tahun 1623.

Berada di Puncak Jayawijaya atau di Puncak Carstenz merupakan impian para pendaki gunung. Persyaratan yang tidak mudah dan biaya yang tidak murah pun harus disiapkan jauh-jauh hari guna mengatasi berbagai rintangan yang ada. Mulai dari kondisi alam yang begitu terjal, suhu sangat dingin, dan angin yang kencang serta kemungkinan kekurangan oksigen menjadi tantangan tersendiri.

Wednesday, 3 July 2013

Benteng Kura-kura Terbesar di Asia Tenggara

Minggu pukul 17.00 WIB. Cuaca sore lembut menyapa kulit. Seorang ibu muda menyuapi makan seorang anak perempuan cantik dan cerdas berusia sekitar 2,5 tahun sambil mengitari tiga makam tua di halaman Benteng (Fort) Marlborough, Bengkulu.

Berbeda seperti makam umumnya yang penuh dengan kesan dingin, mistis dan sakral, tiga makam tua itu berjejer seperti ramah menyapa pengunjung benteng di gerbang utama benteng. Bocah kecil yang disuapi ibunya itu sesekali berceloteh dengan bahasa yang belum tandas sambil menunjuk ketiga makam tersebut.

Makam pertama terbaring jasad Residen Thomas Parr yang mati dibunuh pada 23 Desember 1807 oleh pemberontakan rakyat Bengkulu. Di sebelahnya dimakamkan pegawai Parr, Charles Murray. Murray berusaha menyelamatkan Parr, namun terluka dan meninggal. Sedangkan makam yang satunya lagi tidak dikenal.

Jika Anda pernah datang ke benteng ini keberadaan makam tersebut tepat di sebelah kanan pintu masuk gerbang utama. Ibu dan anak tersebut bukan satu-satunya wisatawan yang asyik masyuk berwisata sejarah di Benteng peninggalan Inggris itu.

Jika jarum waktu diputar memasuki awal 1714 pada saat benteng didirikan tentu tidak akan berani ibu muda dan anak perempuannya yang “cerewet” itu mengelilingi benteng kukuh itu. Sebab, di tahun itu keangkuhan, kekejaman, serta keserakahan masih menyelimuti benteng.

Benteng Marlborough atau dikenal juga dengan benteng kura-kura dibuat pada 1714 sampai dengan tahun 1719 oleh Kerajaan Inggris Raya pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joseph Collet. Benteng Marlborough berdiri kokoh di tepian Samudra Hindia di atas bukit dengan ketinggian sekitar 8,5 meter di atas permukaan laut.

Benteng ini menghadap ke selatan dan memiliki luas sekitar 44.100 meter persegi. Benteng yang dikelilingi parit buatan ini seolah memunggungi Samudra Hindia. Memiliki empat sudut yang dilengkapi meriam pengintai, meriam pertahanan dan meriam penghancur kapal musuh yang langsung mengarah ke laut.

Dari atas sudut benteng inilah kita bisa menikmati pemandangan berupa hamparan laut lepas biru dilengkapi pohon cemara pada sepanjang pantai Tapak Padri yang bersambung ke Pantai Panjang Bengkulu.

Memasuki gerbang utama setelah melewati jembatan di sebelah kanan pintu masuk terdapat dua ruangan yang saling berhadapan sebelah kanan terdapat ruang jaga dan sel militer. Di sini terdapat lukisan kompas yang dibuat oleh tahanan menggunakan bahasa Belanda tertempel di beton bangunan yang kokoh.

Di sebelah lukisan kompas itu terdapat tulisan, “Die dit kompas mnzii berisp den knoeijer niet bedenk dat-lee cen leidt en dat voor tijdverdrijf ik dit hier nederschrijf.” Artinya: “Barang siapa mengamati kompas ini janganlah memarahi yang membuat coretan ini, ingatlah bahwa kesengsaraan dan waktulah yang membuat saya mencoret-coret di sini dan waktu saya menulis ini.” Tulisan tersebut diterjemahkan Prof. DR Haryati Soebado pada 14 Oktober 1983. Konon di ruangan itu juga Bung Karno pernah mendekam ketika diasingkan di Bengkulu.

Selanjutnya, di sebelah kiri, terdapat ruang tahanan dan harta. Sedangkan memasuki ke pintu utama di sebelah kanan terdapat barak militer berisikan beberapa meriam dan peluru yang tersisa. Terus ke depan terdapat perkantoran yang digunakan untuk perwira. Di utara terdapat bekas gudang mesiu.

Ada dua terowongan di pojok depan dan sebelah kiri benteng dekat perkantoran itu. Ada yang berasumsi terowongan tersebut tembus hingga Pantai Panjang Bengkulu, sebagai jalan keluar militer Inggris bila terkepung. Namun ada pula yang beranggapan terowongan itu buntu.

Jika dilihat dari udara, maka benteng ini akan terlihat berbentuk seperti kura-kura memiliki kepala dan empat buah kaki. Bagian kepala adalah pintu utama sedangkan kaki adalah sudut benteng yang digunakan sebagai menara pertahanan dan pengintai.

Dahulu, Benteng Marlborough merupakan bandar utama pelabuhan laut. Dari benteng inilah Inggris dengan leluasa mengontrol keluar masuknya kapal menuju Bengkulu.

Benteng ini diakui ahli sejarah merupakan benteng peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara. Tujuan dibuatnya benteng adalah sebagai basis pertahanan militer Inggris.

Seiring dengan kuatnya cengkraman Inggris di Bengkulu, maka fungsi Benteng berubah menjadi kepentingan perdagangan. Benteng dijadikan tempat koordinasi bagi kelancaran suplai lada bagi perusahaan dagang Inggris, East Indian Company, dan pusat pengawasan jalur pelayaran dagang yang melewati Selat Sunda.

Pada 17 Maret 1824, Belanda menyerahkan Malaka dan Semenanjung Melayu kepada Inggris. Sedangkan, Inggris menyerahkan kekuasaannya di Bengkulu dan seluruh kepemilikannya pada pulau Sumatera kepada Belanda.

Perjanjian tersebut dilakukan pada 17 Maret 1824 di London, dikenal dengan traktat London. Pada perjanjian itu Belanda diwakili oleh Hendrik Fagel dan Anton Reinhard Falck, sedangkan Inggris diwakili George Canning dan Charles Watkins Williams Wynn. Ini untuk mempermudah Inggris dan Belanda dalam mengontrol wilayah jajahan masing-masing.

Saat itu sebagian besar jajahan Inggris di Semenanjung Melayu, dan Belanda di Indonesia. Secara resmi Benteng ini dibuka untuk umum usai kemerdekaan Indonesia pada 24 April 1984. Beberapa perubahan kecil terjadi yang mengubah bentuk dan keasliannya.

Benteng ini selain berdekatan dengan samudera, juga dikelilingi kawasan wisata pecinan dan satu buah wihara. Karena pada masa Inggris mereka menggunakan warga etnis Tionghoa sebagai pedagang dan pekerja.

Kawasan pecinan menjadi pemandangan yang menarik satu bentuk perpaduan beberapa unsur budaya membaur menjadi satu serta turut mendewasakan Bengkulu.

Beberapa lampu lampion khas Tionghoa tidak ketinggalan turut menghias keindahan malam pada sudut benteng yang berbatasan langsung dengan Pecinan. Tak jauh dari kawasan Pecinan, wisatawan yang lapar dapat memanjakan perut dengan aneka kuliner khas Bengkulu dan pesisir pantai.

Tidak perlu repot bila menjadi wisatawan di kawasan benteng Marlborough, karena dari kawasan ini semua akses mudah dijangkau. Wisatawan bisa mencari hotel, restoran, atau langsung menuju ke bandara Fatmawati.

Bagi masyarakat Bengkulu, Benteng Marlborough atau benteng kura-kura bukan merupakan simbol kekuatan Inggris tetapi sebaliknya sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap imperialis. Ini terbukti dengan terbunuhnya Residen Thomas Parr.

Rio, salah seorang wisatawan asal Jakarta, terlihat asyik memotret banyak hal bersama rekannya. "Sudah lama saya mendengar tentang Benteng ini. Setelah melihat langsung ternyata benar-benar sebuah peninggalan yang hebat," ujar Rio.

Menurut Rio, Benteng Marlborough sebuah tempat wisata yang komplet. Karena selain berwisata sejarah, kita juga bisa menikmati suasana pantai yang persis terbentang di hadapan benteng.

Kota Prasejarah Tertua di Eropa



Arkeolog Bulgaria mengatakan, mereka telah menemukan kota prasejarah tertua di Eropa. Para peneliti percaya, kota tersebut adalah rumah bagi 350 orang pada tahun 4700 dan 4200 Sebelum Masehi (SM). Permukiman ini dibangun 1500 tahun sebelum mulainya kependudukan Yunani Kuno. Diperkirakan, situs ini adalah tempat pusat produksi garam pada masa lalu.

Eskavasi yang dimulai pada tahun 2005 menemukan sisa-sisa dari dua rumah, tempat ritual, dan gerbang. "Kita tidak membayangkan kota seperti Yunani Kuno, Roma Kuno, atau permukiman abad pertengahan," jelas peneliti dari National Institute of Archeology, Vasil Nikolov.

Arkeolog lainnya, Krum Bachvarov memaparkan betapa menariknya penemuan terkini dari penelitian mereka. "Pilar dan dinding yang mereka bangun sangat tinggi dengan blok batu. Hal ini sangat jarang terlihat saat eskavasi situs prasejarah di Tenggara Eropa," paparnya.

Selain situs kota, ditemukan juga tulang belulang dari seorang pria dan dua orang anak-anak. Sekarang, peneliti tengah meneliti tambang garam dekat Tuzia, Bosnia dan Turda, Romania, untuk mencari bukti lebih lanjut tentang kehidupan masa itu. Peneliti menuturkan kalau garam adalah komoditas yang sangat penting di tahun 6000 SM.

Acrotholus

Ilustrasi Acrotholus audeti. (Julius Csotonyi/Phys.org)


Para ilmuwan akhirnya memberikan nama Acrotholus audeti pada seekor pachycephalosaur, atau spesies dinosaurus berbatok kepala asal Alberta, Kanada. Kepastian Acrotholus merupakan spesies baru ini dipastikan dari fosil-fosil terbaru yang ditemukan serta yang sudah didapat selama ini.

Dengan panjang sekitar 1,8 meter dan berat 40 kilogram, dinosaurus pemakan tumbuhan ini merupakan dinosaurus berbatok kepala tertua yang dijumpai di Amerika Utara, dan kemungkinan pula tertua di dunia. Detail lengkap mengenai Acrotholus audeti sendiri dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

“Acrotholus menghadirkan informasi baru terkait evolusi dinosaurus berbatok kepala. Meski ia merupakan salah satu anggota tertua dari keluarga ini, secara mengejutkan, kubah tengkoraknya yang tebal sudah berkembang sangat baik pada era geologi tersebut,” kata David Evans, ketua tim penelitian.

Evans menyebutkan, yang lebih penting dari temuan ini adalah bahwa dari rekam jejak fosil yang didapat, hewan ini menunjukkan bahwa kita baru saja mulai memahami keanekaragaman dinosaurus pemakan tumbuhan berukuran kecil.

Nama Acrotholus sendiri memiliki arti “kubah tinggi”, mengikuti bentuk tengkorak kepalanya yang seperti kubah. Tengkorak kepala itu terdiri dari tulang padat dengan ketebalan lebih dari sepuluh sentimeter. Adapun audeti diambil dari nama Roy Audet, pemilik lahan di mana spesimen fosil dinosaurus ini pertama kali ditemukan tahun 2008 lalu.

Acrotholus berjalan dengan dua kaki. Tengkorak kepala yang berbentuk kubah di atas mata hewan ini kemungkinan digunakan untuk beradu kepala dengan sesamanya semasa hidupnya. Diperkirakan, Acrotholus sendiri hidup sekitar 85 juta tahun lalu.

“Kami memprediksikan bahwa akan ada banyak spesies dinosaurus kecil lain seperti Acrotholus ditemukan di masa depan jika para peneliti mau menyortir tulang-belulang hewan yang mereka temukan di lapangan,” kata Michael Ryan, kurator dari The Cleveland Museum of Natural History.

Temuan ini, kata Ryan, juga menegaskan betapa pentingnya para pemilik lahan seperti Roy Audet memperkenankan lahannya untuk diteliti oleh para ilmuwan agar bisa menghasilkan banyak temuan-temuan penting. Fosil-fosil Acrotholus Audeti sendiri mulai dipamerkan pada publik di Royal Ontario Museum, Kanada, per bulan Mei 2013 ini.

Cahaya Menari dari Gedung Tua Jakarta

Kaca patri yang bersolek dengan cahaya ini masih menghiasi bekas gedung kantor perwakilan Chartered Bank of India, Australia, dan China. Kantor bank kebangsaan Inggris ini menempati sudut Jl. Kalibesar No.1-2, Jakarta Barat (Mahandis Y. Thamrin/NGI)


Suatu hari Minggu terakhir pada Februari 1921, pojokan antara Gang Melaka dan Kalibesar West di Batavia—kini Jl. Kalibesar Barat—tampak tidak seperti biasanya. Seorang gadis bernama Joyce Murray Stewart melakukan peletakan batu pertama di sebidang tanah untuk pembangunan gedung berlantai tiga. Dia merupakan anak perempuan pimpinan perwakilan Chartered Bank of India, Australia, dan Cina di kota ini.

Kantor perwakilan Chartered Bank di Batavia dibuka sejak 1863 yang menjadi bank berkebangsaan Inggris pertama di Hindia Belanda. Pada 1921 arsitek yang ditunjuk untuk pembangunan bank kebangsaan Inggris ini adalah arsitek Amsterdam, Eduard Gerard Hendrik Hubert Cuypers—keponakan dari Piere Cuypers arsitek sohor Belanda.

Tidak diketahui pasti kapan bangunan dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi ini selesai dibangun. Namun, desain arsitektur karya E.G.H.H. Cuypers telah menampilkan gaya neoklasik. Kubah merahnya menjadi penanda kawasan Kalibesar, hingga hari ini. Beranda yang memanjang dan mirip lorong dihiasi desain lengkung dan pilar-pilar khas neoklasik. Tampaknya gaya yang awalnya berkembang pada kekaisaran Romawi itu digunakan juga oleh Inggris di India—dan juga Hindia Belanda.

Berbagai bank yang berkantor di kawasan Batavia umumnya menunjukkan kemewahan seni kaca patri sebagai pemikat estetis. Kaca patri telah dikenal di Eropa sejak ratusan tahun lalu, namun pengaruhnya baru dinikmati secara luas di Hindia Belanda pada awal abad ke-20.

Terdapat pesona lima kaca patri yang membujur di salah satu bagian dinding selatan gedung bank ini. Kaca patri tersebut hasil karya“J. Sabelis & Co.” di Haarlem, Belanda. Perusahaan kaca patri itu didirikan oleh seniman J. Sabelis pada 1889, namun bangkrut pada 1926. Si pemilik wafat sebelum perusahaannya bangkrut, yaitu pada 1909. Jadi kemungkinan yang mengerjakan pesanan kaca patri milik kantor perwakilan Chartered Bank di Batavia itu bukan J.Sabelis, melainkan para seniman penerusnya.

Bagai cahaya yang menari-nari, kaca patri tersebut menuturkan kisah kuli-kuli perkebunan pada masa Hindia Belanda. Sosok lelaki yang digambarkan selalu mengenakan penutup kepala mirip sorban, bertelanjang dada, dan berbusana bawahan dari lilitan kain. Sementara sosok perempuannya digambarkan berbusana mirip dewi-dewi Yunani. Tampaknya sang seniman mencoba menerjemahkan eksotisme dunia timur.

Semuanya digambarkan dengan wajah tertunduk, tanpa gores keceriaan: lelaki yang sedang menenteng daun-daun tembakau, perempuan yang sedang menumbuk padi dengan alu dan lumpang, lelaki yang mengangkut tebu, perempuan pemetik teh, dan lelaki yang menenteng ember berisi getah karet.

Pasca Cultuurstlesel yang dihapus pada 1870—satu dasawarsa setelah novel Max Havelaar terbit—pemerintah kolonial mulai mengeluarkan aturan pertanahan dan memberikan keleluasaan pemodal asing untuk membuka bisnisnya di Hindia Belanda. Pada awal abad ke-20 pembukaan perkebunan meluas di pedalaman Jawa dan Sumatra.

Begitu juga pembangunan kantor-kantor bank dan asuransi kian menjamur. Permintaan komoditi perkebunan pun meningkat pesat sebelum depresi ekonomi. Permintaan tenaga kerja kasar di sejumlah perkebunan baru juga bertumbuh. Mungkin inilah masa emigrasi terbesar dari Jawa ke Sumatra dan pulau lainnya sebelum tamatnya Hindia Belanda. Masyarakat desa di pedalaman Jawa diiming-imingi kehidupan yang lebih baik dengan bekerja di tanah seberang.

Kepemilikan gedung tua ini telah berpindah tangan ke Pemerintah Republik Indonesia sejak 1964. Pemikiran “Nekolim” (neo-kolonialisme dan imperealisme) yang digagas Soekarno menyebabkan semua perusahaan milik Inggris di Indonesia telah dinasionalisasikan. Chartered Bank pun menjelma menjadi Bank Umum Negara, yang beberapa tahun kemudian menjadi Bank Bumi Daya. Kini, gedung megah yang menjadi aset Bank Mandiri ini menyurut pamornya lantaran dibiarkan kosong.

Meskipun telah berganti kepemilikan dan peradaban, kaca-kaca patri nan memesona itu tetap menorehkan hikayat masa lalu negeri ini. Suatu kisah tatkala perkebunan-perkebunan swasta mengubah wajah dan peradaban kota, juga derita diaspora para pemuda dan pemudi desa di tanah rantauan.

Bom Balon, Senjata Rahasia Jepang pada PD II




Perang Dunia II (1939 - 1945) masih meningalkan sekelumit cerita, di antaranya senjata rahasia yang digunakan Jepang untuk membalas dendam kepada Amerika Serikat. Adalah bom balon yang merupakan senjata milik Jepang sekaligus menjadi "pembunuh misterius" dalam PD II.

Bom balon ini berbeda dengan senjata perang lainnya karen cara mendistribusikannya yang tergolong unik. Bom balon tersebut mereka lepaskan di pantai-pantai Jepang, kemudian bom akan berjalan terus mengikuti arus, mengapung dengan tenang mengarungi Samudra Pasifik, hingga menuju Amerika Utara.

Hingga sekarang masih belum diketahui apakah bom balon merupakan produk yang digunakan dari sebuah percobaan atmosfer yang dilakukan oleh Blok Poros --kekuatan koalisi antara Jerman, Italia dan Jepang. Pada tahun 1940, Jepang telah memetakan arus udara dengan meluncurkan balon yang dilengkapi dengan alat pengukur, mulai dari sisi barat Jepang dan dikumpulkan di sisi timur.

Peneliti mencatat bahwa kekuatan udara saat melintasi Pasifik sekitar 3.000 kaki. Berbekal pengetahuan tersebut, pada tahun 1944 militer Jepang membuat sistem persenjataan pertama antarbenua yaitu alat peledak yang terpasang pada sebuah balon kertas yang dapat diapungkan di laut dengan mengandalkan arus.

Para ahli memperkirakan bom balon tersebut membutuhkan waktu 30 hingga 60 jam untuk mencapai pantai barat Amerika Utara. Namun, ketidakpastian kondisi atmosfer mengakibatkan serangan yang tak terkendali.

"Mereka menempatkan banyak prajurit untuk melihat hasil yang terjadi. Akan tetapi kurangnya hasil ledakan dan telah diatur membuat pasukan Jepang tak terlalu menghadapi masalah yang berarti," kata Dave Tewksbury, anggota departemen geosciences di Hamilton College, New York.

Saat balon tersebut melakukan pendaratan, sama sekali tidak ada petunjuk yang jelas dari mana balon tersebut berasal. Namun tim geologi forensik mampu menentukan bahwa titik awak peluncuran bom balon tersebut berasal dari Jepang.

Hal ini berdasarkan pasir berasal dari salah satu balon tersebut dan diketahui bukanlah jenis pasir yang biasa ditemukan di Amerika Utara maupun Hawaii. "Jepang merupakan tebakan yang logis," kata Tewksbury.

Pasir tersebut memiliki karakteristik yang unik, diduga sumbernya berasal dari dua dareah yang dekat dengan Pulau Honshu, Jepang. "Kemungkinan besar pasir tersebut berasal dari pantai kecil di pantai timur Tokyo," tambahnya.

Bom balon pertama diluncurkan 3 November 1944. Kemudian April 1945, para ahli memperkirakan sekitar 1.000 bom balon mencapai Amerika Utara, 284 di antaranya terlihat dan ditemukan. Namun, catatan yang ditemukan di Jepang setelah perang menunjukkan sekitar 9.000 bom balon diluncurkan.

Akan tetapi nampaknya senjata ini kurang berhasil untuk menaklukan lawan dan tidak bekerja sesuai rencana. Pemerintah Jepang kemudian menarik dana untuk program tersebut. Di saat yang bersamaan juga pasukan Sekutu meledakkan tanaman hidrogen Jepang, yang menjadi komoditas utama untuk mengisi bom balon.

Sementara itu pihak AS demi menjaga pertahanan dan keamanan negaranya, menjaga kerahasiaan mengenai keberadaan bom balon yang dapat mengancam jiwa warganya. Karena jika diketahui media massa akan jadi tolak ukur keberhasilan senjata bom balon bagi Jepang.

Namun demikian, pada tanggal 5 Mei 1945 bom balon telah menewaskan lima orang anak dan istri seorang pastur lokal Archie Mitchell, Elsie. Mereka tewas saat bermain dengan balon kertas besar saat bertamasya di dekat hutan Bly, Oregon.
(Umi Rasmi Sumber: National Geographic News)

Si Pemburu Tornado yang Tewas


Tim Samaras, 55, selama ini menghabiskan waktunya mengejar tornado untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Pelangi adalah pertanda akhir suatu pengejaran petir. "Ketika Anda melihat pelangi, habislah sudah," kata Tim Samaras sebagai pemburu petir. Hasil perburuan Samaras dan koleganya bisa Anda lihat di NGI Agustus 2012. (Carsten Peter).


Kabar duka dari dunia penjelajahan National Geographic saat Tim Samaras, si pemburu tornado, tewas dalam tugas. Tim dan Paul (putra Samaras) tewas pada Jumat (31/5) dalam tornado di Oklahoma, Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang diungkapkan oleh saudara laki-laki Samaras, Jim, "Mereka tewas dalam melakukan apa yang mereka cintai." Selain keduanya, tornado di Oklahoma juga menewaskan Carl Yong.

Tim Samaras, 55, selama ini menghabiskan waktunya mengejar tornado untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Ia mengembangkan dan menempatkan piranti hasil rancangannya sendiri ke jalur tornado demi pengukuran data internal siklon.

"Data dari piranti ini membantu kita memahami dinamika tornado dan bagaimana mereka terbentuk," ujar Samaras dalam wawancara terakhirnya pada National Geographic pada 21 Mei 2013.
Dibimbing oleh peta cuaca di laptopnya, Tim Samaras berburu mengejar badai guntur yang hampir selesai. Ia berharap menjadi yang pertama mengabadikan kejadian sepersekian detik yang memicu serangan petir. Perburuan halilintar dalam NGI Agustus 2012. (Carsten Peter).

Dengan kepingan teka-teki tornado, tambah Samaras, kita jadi bisa membuat prakiraan tepat dan akhirnya membantu masyarakat dalam peringatan awal.

Samaras yang berlatar pendidikan insinyur, terinspirasi pada tornado setelah menyaksikan film klasik, The Wizard of Oz. Sejak saat itu tornado menjadi fokus utama dalam hidupnya.

Namun, membuat penghidupan dari tornado tidaklah mudah. Diakui Samaras, ia mengalami kesulitan keuangan dan bertahan dari sedikit dana pemerintah dan media.

"Instrumen-instrumen ini mahal. Tapi banyak desain dari pembangunan alat-alat ini saya lakukan sendiri," ujarnya yang menambahkan hanya kamera berkecepatan tinggi yang tidak ia rancang.

Terry Garcia selaku Wakil Presiden Eksekutif National Geographic Society mengenang Samaras sebagai peneliti berani dan pintar. Ia juga tanpa kenal takut mengejar tornado demi mengenal lebih dekat fenomena tersebut.

"Kematian Tim jadi pengingat bagaimana pria dan wanita yang bekerja pada kami menghadapi risiko secara reguler," kata Garcia.

Kisah perburuan tornado Samaras dan timnya terangkum dalam feature Mengejar Halilintar edisi Agustus 2012 di tautan ini.

Rampungnya Perang Inggris vs Argentina

Militer Argentina yang menjadi tahanan perang di Perang Falkland pada tahun 1982. (Wikimedia Commons)


14 Juni 1982, dunia menyaksikan betapa Argentina bukan lawan sepadan untuk Inggris dalam perebutan Pulau Falkland. Tepat di tanggal tersebut, 31 tahun lalu, Argentina menyerah, sekaligus mengakhiri perang yang dimulai pada 2 April 1982 itu.

Statistik dalam situs military history menyebut Argentina kehilangan 649 nyawa, 1.068 terluka, dan 11.313 lainnya menjadi tawanan. Mereka juga kehilangan satu kapal selam, kapal penjelajah, dan 75 pesawat tempur.

Sementara, Inggris yang saat itu di bawah kekuasaan Margaret Thatcher kehilangan 258 nyawa, 777 terluka. Sebagai tambahan, Inggris gagal mempertahankan dua kapal penghancur, dua kapal pengawal, dan dua kapal lainnya ditenggelamkan.

Perang ini berakar dari perebutan Pulau Falkland antara Argentina dan Inggris. Dari sisi geografis, pulau ini memang lebih dekat dengan Argentina --hanya 482 kilometer. Namun, Angkatan Laut Inggris adalah pihak pertama yang tercatat mencapainya di bawah pimpinan Kapten John Strong pada 1690.

Sang Kapten menamai pulau tersebut Viscount Falkland, sesuai nama perwira tertinggi di AL Inggris saat itu. Sesudah mengalami beberapa kali pergantian kekuasaan antara Inggris dan Spanyol, Argentina ikut mengklaim kedaulatan di Falkland pada 1820.

90 tahun berlalu, kehidupan di pulau ini tidak berubah. Hingga pada tahun 1981, para penghuninya melakukan referendum dan memilih tetap di bawah kuasa Inggris.

Namun, pemimpin junta militer Argentina, Leopoldo Galtieri, ingin menginvasi Pulau Falklands untuk membangkitkan rasa patriotik bangsanya. Meski demikian, beberapa referensi menyebut, ini dilakukan Galtieri karena ingin menghindari kritik dan mempertahankan kekuasaan.

Sejarah akhirnya membuktikan bahwa ego Galtieri bukan tandingan militer Inggris. Setahun pascamenyerah di Perang Falkland pada tahun 1982, militer Argentina akhirnya tumbang di dalam negeri.

Page Fans

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management